Inews Jakarta - Kalangan DPR RI menilai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki rekam jejak dan reputasi yang mumpuni dalam menyelenggarakan pelayanan moda transportasi massal di tanah air selama ini. Baik sebagai moda transportasi angkutan umum maupun barang. Kereta Cepat Jakarta Bandung merupakan kereta api cepat pertama di Asia Tenggara. Hadirnya KCJB menjadi era baru transportasi massal modern yang cepat, andal, aman, dan nyaman untuk mobilisasi secara optimal serta meningkatkan konektivitas antarkota. KCJB diharapkan mampu memicu pembangunan kawasan dan sentra ekonomi baru, serta berpotensi untuk dikembangkan seluruh Indonesia.

Mulai pertengahan 2023, perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman. Pasalnya, program kereta ekspres mulai beroperasi untuk perjalanan antara dua ibu kota tersebut.


Dengan kecepatan tinggi, Kereta Jakarta-Bandung diharapkan mencapai kecepatan desain 420 km/jam dan kecepatan operasi 350 km/jam. Jarak Jakarta-Bandung diperkirakan 142,3 kilometer, 36 menit dengan rute langsung dan 46 menit dengan pemberhentian.


Satu rangkaian KCJB terdiri dari 8 KA yang menampung 601 penumpang dan dibagi menjadi beberapa kelas pelayanan. Rinciannya, 18 penumpang kelas VIP, 28 penumpang kelas satu, dan 555 penumpang kelas dua. Selain itu, terdapat fasilitas gerbong makan, fasilitas bebas hambatan, tempat pengisian daya, dan penitipan bagasi.


Kereta EMU seri KCIC400F dilengkapi dengan dua rem darurat. Yang pertama disebut Pengereman Darurat EB dan bekerja sesuai dengan perintah pengontrol pengemudi, fasilitas pengereman darurat penumpang, dan kontrol alarm pengemudi.

Komentar